Rabu, 03 Juni 2009

dia . . .

dia
dari jauh kulihat ia..
wajahnya yang tajam..
matanya yang tajam..
melihatku..
menusuk hatiku..

dia..
dari jauh kulihat ia..
tampaknya ia mengerti arti pandanganku..
akankah dia jadi milikku??

Rabu, 20 Mei 2009

Ketika Aku Tahu .

Aku dan Kamu sudah berteman sejak lama .
sejak awal bertemu mereka saling bertukar informasi . apa saja . dan juga mereka saling berbagi cerita . tentang apa saja .
suatu ketika Aku melihat seseorang dikejauhan sana . besinar indah dan menyilaukan . hum . siapa dia ?

ya . benar sekali . Dia adalah Matahari .
Aku si Bayang-bayang berkata pada Kamu .
"Kamu, kenalin donk ke Dia ."
lalu Kamu menjawab .
"Enggak boleh ."
"Kenapa ?" tanya Aku lagi .
"Pokoknya enggak boleh ." kata Kamu .

akhirnya Aku menyerah . dibiarkan semua itu . disimpannya wajah Dia si Matahari . meskipun terlampau jaud dipandang . AKu tetap memandang Dia dikejauhan .
lambat lambat . Dia mulai hilang di benak AKu . dilupakannya akan kenangan pernah bertemu dengan Dia si Matahari .
akan tetapi babak baru dimulai .

suatu ketika . dengan lelah yang masih menetes . Aku dan Kamu pulang bersama . setelah menghabiskan tegukan kegilaan bersama-sama . Aku dan Kamu berjalan bersama . memasuki kawasan dimana biasa si Dia muncul .
awalnya hanya aku yang bahagia karena Kamu melihat Diasiorangberbeda . seorang yang dipagi hari menggores luka .
tiba-tiba saja Kamu menghapus luka itu .
kemudian Kamu pergi meninggalkan Aku .
ya sudahlah . batin aku . asalkan Kamu bahagia apa sih yang tidak . kemudian tak beberapa lam Kamu datang . dengan wajah cemberut . ditemui lagi Aku . dikatakannya pada Aku bahwa ada yang ingin berkenalan . si Tuan Raja .
Aku terkejut . mana mungkin ?
tapi memang itulah yang terjadi .
si Tuan Raja ingin berkenalan dengan Aku .
lalu . berkenalanlah mereka . sebuah perkenalan singkat .

sudah banyak perjalanan yang dilalui oleh Aku, tiba-tiba muncul pengakuan Kamu bahwa si Tuan Raja adalah Dia si Matahari yang dulu ditunggu oleh Aku si Bayang-bayang .
Aku terkejut .
tak disangkanya takdir menulis demikian .
namun cerita si AKu dan si Dia ternyata cukup rumit .

disuatau malam . tiba-tiba saja Aku berkata "Kamu, suka dengan Dia ?"
Kamu terkejut . sambil menangis dan bercerita pada Aku, Kamu menjelaskan semuanya .
dan saat itu . Ketika Aku tahu bahwa Kamu menyayangi Dia . Aku memutuskan untuk merebutnya .

Jakarta, 20 Mei 2009
.ciel.

Senin, 18 Mei 2009

Sesabar Angin yg Memainkan Melodi di Rambutmu .

sesabar angin yang bermain di sekelilingmu .
aku menunggumu . hingga kau menoleh padaku .
dengan benar-benar menoleh .

sesabar angin yang memainkan melodi untuk ranting-ranting cuaca .
aku duduk menyabar . hingga kau datang menghampiriku .
benar-benar menghampiriku .

sesabar angin yang membawa titik-titik air surgawi .
aku menghabiskan darahku untukmu .
hingga kau sadar aku ada .
benar-benar sadar .

sesabar angin yg memainkan melodi di rambutmu .
aku akan selalu menjadi pujangga untukmu .
meski kesal hatimu mendengar dan melihatku .
hingga kau benar-benar yakin . bahwa aku mencintaimu .
benar-benar yakin .

Jakarta, 19 Mei 2009
.ciel.

Dua Detik Pertemuan Antara Matahari dan Bayang-bayang .

Suatu malam .
Bayang-bayang merindukan Matahari . padahal dia tahu . bahwa Matahari hanya akan datang di pagi hari .
tapi bayang-bayang tidak peduli .

ditulisnya sebait puisi untuk Matahari .
dikirimkannya lewat Angin yang lewat .
awan mendung menertawainya .
berkata karena tak mungkin Matahari akan datang . selama apapun bayang-bayang menunggu . Mathari enggak akan datang .

tapi bayang-bayang tetap menunggu .
satu menit . dua menit .
lima menit . Matahari lewat didepan bayang-bayang . sekilas .
dua puluh lima menit .
tiga puluh menit . Matahari turun dari persenbunyiannya . ditemani bintang-bintang dan awan-awan kecil .
empat puluh lima menit . Matahari tersenyum diseberang bayang-bayang . tapi bukan pada bayang-bayang .
lima puluh lima menit . Matahari dibelakang bayang-bayang . lalu pergi lagi .
enam puluh menit . bayang-bayang hampir menangis . tiba-tiba Matahari datang . menyuntuh bahu bayang-bayang dan pergi .

hanya dua detik pembalasan penantian itu .
hanya dua detik mata itu saling bertemu .
hanya dua detik . ah . bayang-bayang belum memutuskan untuk pergi .

Jakarta, 19 Mei 2009
.ciel.

Izinkan anakku berdarah Minang .

Aku dan Dia bertemu disuatu ketika . dua pasang mata yang saling bertemu . menatap dan saling menatap . berbahasa dengan benik-benik mata . Ketenangan yang ditemukan oleh Aku dalam seluk mata Dia . Bagi Aku, Dia sangat indah .

Hari berganti hari . Aku dan Dia semakin saling memandang . berbahasa dengan benik mata . tapi tak hanya itu . kini Aku dan Dia berkomunikasi lewat sebuah puisi . menghiasi langit dengan pelangi-pelangi puisi . sebentuk sinar dihiasi dengan kata-kata pujangga . bahagianya Aku dan Dia .

Bulan mulai melewati masanya . tahun pun mulai memasuki akhir hidupnya . Aku dan Dia masih bersama . berbahasa dengan benik mata dan puisi . menghiasi pagi, siang, senja hingga malam . tak lelah mereka berkata-kata .melempar pandang bahagia .

Tapi tetap ada yang berbeda . ada yang disembunyikan oleh Aku . Aku mulai berbeda dengan Dia . rasa yang dirasakan oleh Aku tak lagi sama . semakin sering mereka bertemu . semakin rasa itu muncul . tak dapat dilukiskan dengan kata-kata apapun . tapi Aku bersembunyi . dibalik kelamnya takdir . kenyataan bahwa Dia berbeda dengan Aku . perbedaan mendasar . Dia Minang dan Aku Jawa . pahit . mungkin kata itu cukup mewakili . Aku dan Dia terhalang kenyataan . takdir tidak kejam . hanya Adat dan Keadaan yang berkuasa . karena Aku dan Dia tak akan mungkin bersama selamanya . akan selalu dipertanyakan oleh Mereka yang mengenal Dia .
“Akan jadi darah apa anakmu, Dia ? tak tegakah engkau bahwa ia takkan berstatus darah sepertimu .”
Selalu itu yang dikatakan oleh Mereka yang mengenal Dia . salahkah jika Aku mencintai Dia . dengan segala kepasrahan dan keikhlasan Aku menerima Dia . menyepakati kata takdir bahwa Aku dan Dia harus bersatu .

Tapi Dia tetaplah Dia . Dia adalah orang yang berbeda dengan Aku . jika Aku bersama Dia . kasihan nanti anak Aku . akan terpisah dari Dia . apa harus anaknya menjadi Sampah ? tidak bukan . karena itu, Aku meminta kepada Mereka yang mengenal Dia .
“Izinkan anakku berdarah Minang.”
Walaupun tak ada harapan untuk Aku . karena Aku pun telah mendapatkan Kamu . yang telah digariskan untuk Aku . agar Aku bahagia . namun keputusan belum diketuk . dan kesempatan itu akan ada untuk Dia . hingga Aku memutuskan .

Jakarta, 14 Mei 2009
.ciel.pelangi.biru.

Senin, 11 Mei 2009

inspired .

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana .
dengan kata yang tak sempat disampaikan
kayu pada api yang menjadikannya abu .

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana .
dengan kata yang tak sempat diucapkan
awan pada hujan yang menjadikannya tiada .
-Sapardi Djoko Damono-

sebuah puisi dua bait yang pernuh makna .
begitu menginspirasiku untuk menjadi seorang pujangga .
kukenal puisi itu ditahun keduaku saat kumerasa berbeda dengan yang lainnya .
saat kumerasa benar-benar sendiri .
puisi itu yang menemaniku .
lalu kubuat puisiku yang pertama .

"aku bukanlah seorang yang berbeda
aku hanyalah istimewa
yang tak disadari lainnya
siapa kira aku mau begini
jika boleh meminta aku ingin seperti kalian
hidup normal tanpa apa-apa .
bukan sempurna dan dimanfaatkan ."

kalo baca puisi pertamaku, jadi sedih deh inget dulu .
humph .
tapi gara-gara Sapardi Djoko Damono aku jadi kayak gini . semangat Ciel .
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana .
dengan kata yang tak sempat disampaikan
kayu pada api yang menjadikannya abu .

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana .
dengan kata yang tak sempat diucapkan
awan pada hujan yang menjadikannya tiada .
-Sapardi Djoko Damono-

sebuah puisi dua bait yang pernuh makna .
begitu menginspirasiku untuk menjadi seorang pujangga .
kukenal puisi itu ditahun keduaku saat kumerasa berbeda dengan yang lainnya .
saat kumerasa benar-benar sendiri .
puisi itu yang menemaniku .
lalu kubuat puisiku yang pertama .

"aku bukanlah seorang yang berbeda
aku hanyalah istimewa
yang tak disadari lainnya
siapa kira aku mau begini
jika boleh meminta aku ingin seperti kalian
hidup normal tanpa apa-apa .
bukan sempurna dan dimanfaatkan ."

kalo baca puisi pertamaku, jadi sedih deh inget dulu .
humph .
tapi gara-gara Sapardi Djoko Damono aku jadi kayak gini . semangat Ciel .